Senin, 17 September 2012

Trik Memotret Dengan Kamera Ponsel by apaan.info


Seiring perkembangan teknologi, saat inihampir semua ponsel dilengkapi fasilitas kamera . Kualitas kamera dalam ponsel seringkali menjadi pertimbangan utama pemilihan sebuah produk.

Ponsel dengan kamera berkualitas baik umumnyaberharga mahal. Namun dengan ponsel berkamera standar pun kita sebenarnya bisamemaksimalkan fitur menarik ini dengan teknik pengambilan gambar yang baik.
Berikut ini adalah tips dan trik untuklebih mengoptimalkan kamera ponsel agar menjadi karya fotografi yangberkualitas:
1. Mengatur jarak ideal dengan objek
Kamera ponsel kebanyakan tidak dibekali lensazoom maksimal. Jadi pastikan Anda dekat dengan obyek yang akan dibidik.
Format pengambilan foto close up membuat hasilfoto terlihat jauh lebih detail. Tapi tetap jaga jarak dengan obyek. Modepengambilan gambar makro tidak selalu bisa dijumpai di ponsel. Pengambilangambar yang terlalu dekat bisa membuat gambar menjadi kabur.
2. Sensitif pada pengaturan cahaya
Potret gambar dengan cahaya cukup, kecualiponsel kamera Anda memiliki flash yang terintegrasi. Saat memotret di bawahterik sinar matahari, obyek jangan membelakangi datangnya cahaya.
Namun hal ini bisa dilanggar ketika Anda inginbereksperimen membuat foto siluet. Karena cahaya salah satu faktor pentinguntuk menghasilkan karya pemotretan optimal.
3. Perhatikan background
Jangan sampai latar belakang mengganggu obyek.Tempatkan obyek berlatar belakang tidak terlalu sibuk. Jangan sampai pohon yangada di belakang obyek misalnya seolah-olah tumbuh dari kepala si obyek.
4. Mencoba berbagai angle
Jika kapasitas memori mencukupi, jangan takutbereksperimen. Cobalah mengambil foto dengan angle (sudut pandang)yangberbeda-beda. Foto Anda dijamin akan terlihat tidak monoton dan lebih kreatif.
5. Pilih resolusi tinggi
Perbedaan kualitas foto antara resolusi tinggidan rendah tidak akan terlihat di layar ponsel. Makin tinggi resolusi yang Andapakai, makin baik gambar yang dihasilkan. Perbedaan ini akan terlihat saat fotohasil jepretan dari ponsel dipindah ke layar komputer/ laptop.
6. Pastikan kebersihan lensa
Ponsel kamera umumnya tidak dibekali penutuplensa. Pastikan untuk membersihkan lensa Anda sebelum mengambil foto.
7. Perhatikan pengunaan memori
Upayakan dan periksa kembali telefon genggamapakah memori yang tersedia cukup untuk mengabadikan objek, dengan memastikanselalu ada kapasitas memori yang cukup untuk mengambil foto. Hal ini bisadiatasi dengan membiasakan memindahkan foto Anda ke memori komputer atauexternal hardisk.
8. Konsentrasi dan keseimbangan
Upayakan kondisi dan posisi tubuh dan tanganAnda jangan sampai bergoyang saat tombol shutter ditekan. Ini untuk menjagaagar foto tidak kabur (blur) dan kelihatan tidak fokus.
9. Kenali fitur pemotretan di ponsel Anda
Ponsel berkamera untuk tipe-tipe tertentuseperti: mid-end dan high-end umumnya dibekali dengan fitur yang cukup lengkap.Di sana bisa ditemukan pengaturan brightness, exposure, white balance, danfitur-fitur lain.
Sesekali sempatkanlah mengeksplorasi fitur apasaja yang ada di ponsel. Dengan mengenal perangkat yang Anda gunakan, Anda bisamenggunakannya dengan optimal
11. Minimalkan penggunaan digital zoom
Upayakan posisi dan jarak objek untukpemotretan sudah pada posisi optimum dengan sinar yang cukup ke obyek dengancara menggeser posisi Anda, bukan dengan digital zoom. Penggunaan digital zoombisa membuat kualitas gambar berkurang.
12. Sesuaikan ukuran dengan resolusi terpakai
Hasil pemotretan ponsel bisa dicetak dengankualitas maksimal, jika disesuaikan antara ukuran cetakan dengan resolusigambar yang digunakan. Hal ini harus sesuai kapasitas dan kemampuan kamera.
13. Perbaiki dengan software olah digital
Jika Anda masih kurang puas dengan hasilfotonya, sah-sah saja jika Anda ingin memperbaiki intensitas cahaya, warna, dankomposisi yang mungkin tidak terjangkau oleh kamera ponsel Anda denganmenggunakan software olahdigital seperti Photoshop dsb.
Selamat mencoba…

Kamis, 13 September 2012

Mengenal Lensa Standar atau Normal

Didunia fotografi, lensa normal atau lensa standar adalah lensa yang memiliki cakupan pandang mirip dengan mata manusia dalam kondisi normal, oleh karena itu disebut lensa normal. Kenapa disebut standar? pertama karena sudut pandang yang mirip mata manusia sehingga tidak terdistorsi. Kedua, karena lensa dengan focal length (apa itu focal length?) lebih pendek memberi efek distorsi melebar sementara lensa yang memiliki focal length lebih panjang dibanding lensa standar memberi efek distorsi terkompresi.Lensa dengan panjang focal lebih pendek dibandingkan lensa standar dinamai lensa sudut lebar (wide angle). Sementara lensa dengan panjang fokal lebih panjang dibanding lensa standar dinamai lensa tele.


Panjang Focal Lensa Standar Era kamera Film

Focal length lensa standar ditentukan oleh ukuran sensor kameranya. Sebuah lensa dengan focal length sama dengan ukuran diagonal sensor (film) kamera bisanya disebut lensa standar. Di jaman kamera film 35mm, lensa standar adalah semua lensa dengan focal length 50mm. Ukuran 50mm adalah pendekatan semata, karena pada prakteknya semua lensa dengan rentang focal length antara 40 – 58 mm bisa dikategorikan lensa standar. Hanya karena Leica yang mempelopori film berformat 35mm memilih membuat lensa dengan panjang focal 50 mm maka semua produsen kamera mengikutinya.

Panjang Focal Lensa Standar Kamera Digital

Pada kamera digital, sebuah sensor menggantikan film. Dan ukuran sensor kamera digital pada prakteknya ada beberapa macam. Seperti diulas dalam artikel kamera full frame vs kamera crop, kita bisa mengetahui panjang focal lensa standar untuk masing-masing format sensor sebagai berikut:
    • Untuk kamera Four Third dan Micro Four Third – yaitu semua kamera DSLR dan Mirrorless keluaran Olympus dan Panasonic, lensa standar adalah lensa dengan focal length sekitar 20 – 25 mm. Contoh lensa standar untuk format sensor ini adalah lensa Olympus Zuiko 25mm f/2.8 Pancake atau Lensa Panasonic Leica Summilux 25mm f/1.4.
    • Untuk kamera dengan format sensor APSC (faktor crop sekitar 1.5 x) – hampir semua kamera DSLR dan mirrorless kelas pemula dan menengah selain full frame, misal: Nikon DX – Nikon D3200, Nikon D7000 atau Canon 7D, Canon 650D, Sony Alpha 77 atau Mirrorless Sony NEX-5N. Kalau anda memiliki kamera dengan format sensor ini, maka lensa standar bagi anda adalah lensa dengan focal length sekitar 25 – 30 mm. Contoh lensanya adalah: Canon 28mm f/2.8 atau Sigma 30mm f/1.4.
    • Untuk kamera full frame yang memiliki ukuran sensor sama dengan ukuran film – misalnya Canon 5D Mark II atau Nikon D700, Nikon D800 atau Leica M, maka lensa standar adalah semua lensa yang memiliki panjang focal mendekati 50mm. Misalnya lensa Nikon AF-S 50mm f/1.8 atau Canon 50mm f/1.2L